Tampilkan postingan dengan label Baca-baca. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baca-baca. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Oktober 2018

Apa Itu GenRe?? Kegiatan Capacity Building PIK R Madani Jilid 2

PEKANBARU- Pusat Informasi Konseling Madani Uin Suska Riau mengadakan
agenda capacity building (21/10) yang mana agenda ini diperuntukkan bagi
anggota baru yang ikut serta dalam open recruitment pengurus PIK MADANI
UIN SUSKA RIAU. Acara ini dilaksanakan di Aula MPI kampus UIN SUSKA
RIAU. Dalam acara ini diikuti sekitar 20 peserta dari berbagai jurusan yang ada di kampus UIN SUSKA RIAU.

Agenda capacity Building ini diadakan bertujuan untuk memberikan pengertian
dasar bagaimana PIK ini terbentuk, tujuan dari program PIK dan sejarah PIK
MADANI ini yang disampaikan langsung oleh kak Naufal Alwan Adillah selaku
ketua Forum GenRe Pekanbaru dan ketua PIK MADANI dan Kak Fania Frisca
Afindra selaku Duta GenRe Persahabatan 2018.

Agenda dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 12.00 kemudian dilanjutkan
dengan Ishoma kemudian dilanjutkan lagi dengan interview oleh kak Naufal
Alwan Adillah dank an Rozan Zuhairi Harahap.

Harapan kak Naufal selaku ketua PIK Madani UIN SUSKA semoga kedepannya
dapat melaksanakan agenda-agenda yang lebih baik dan bersiap-siap bagi anggota
baru PIK MADANI untuk menggantikan posisi kepengurusan lama PIK
MADANI.

Salam GenRe !!!

(Rizqi Mardhatilah)

Senin, 22 Oktober 2018

PENGUMUMAN KELUSUSAN PUSAT INFORMASI KONSELING MADANI UIN SUSKA RIAU


1. UNIK SETIAWAN

2. ADE MAHARDIKA

3. ADE MAESA

4. WIWIT FEBRIANI

5. DALFAH RATNA DEWI

6. AFNLYA NIGSIH

7. DARLINGGA PRASTY

8. ROHANA

9. ARDHISTAWA

10. RAHMI RAHMA DANI

11. REZKI NABILAH

12. WINNE FEBRIANISA

13. NOLA BERLIANA PUTRI

14  DESY RAMA


SELAMAT BAGI KAMU YANG DITERIMA UNTUK MENJADI PENGURUS PUSAT INFORMASI KONSELING MADANI. SILAHKAN HUBUNGI NO DIBAWAH INI

>>>>> 0813-1462-4272<<<<<<

NAUFAL

Minggu, 23 September 2018

Ramadhan bersama adik-adik SD Cerdas


Ramadhan merupakan bulan ampunan dimana pintu rahmad dan karunia terbuka lebar bulan dimana semua umat islam diwajibkan untuk berpuasa, karena puasa merupakan salah satu Rukun Islam (Syahadat, Shalat, Zakat, Puasa, dan Berhaji), jadi jika ada orang islam yang tidak berpuasa, maka wajib dipertanyakan status keislamannya.Puasa adalah ibadah kepada Allah ta’ala dengan menahan diri dari makan minum dan segala sesuatu yang membatalkannya sejak terbit fajar sampai terbenam matahari ibadah puasa mensucikan dan membersihkan jiwa dari segala perbuatan dan perkataan yang tercela tubuh kita juga menjadi sehat selain itu juga diikuti oleh amal-amalan lain seperti zakat .




Beberapa waktu lalu PIK Madani mengadakan bakti sosial dan buka puasa bersama dengan adik-adik di SD Cerdas yaitu PKPLK POKJAR Sukajadi SD Induk SDN 79 Pekanbaru , dimana dalam kegiatan ini sebelum berbuka puasa kita PIK Madani tidak hanya turut aktif dalam membersihkan sekolah saja looh teman-teman, tapi kita juga mengadakan games dan materi terkait remaja dalam persiapan menggapai cita-cita mereka kelak, adik-adik tersebut antusias dalam mengutarakan cita-cita mereka loh guys dan kakak-kakak madani bergantian memberikan motifasi kepada mereka agar mereka semakin percaya diri dalam menggapai cita-cita mereka kedepannya. Selain itu kita mengadakan games dari hapalan surat, lomba salam GenRe, Makna salam GenRe. bermcam hadiah mereka dapatkan mulai dari tas, tempat minum, buku dan masih banyak lagi, kegiatan ini dihadri lansung oleh Ibu Guru SD Cerdas dan keseluruhan peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 43 orang.


Tak terasa nihh beberapa saat lagi azan Magrib mulai berkumandang dan langitpun mulai gelap, kita bersiap-siap untuk berbuka puasa dan adik-adik pun mulai mempersiapkan dirinya untuk duduk diposisinya untuk buka puasa dan membaca doa berbuka puasa secara bersama-sama, kegiatan ini berjalan dengan lancer dan diakhir sesi dilakukannya foto bersama dan pemberian cindramata kepada sekolah.
Admin PIK R MADANI: Naufal Alwan Adilah

Selasa, 04 September 2018

DISDUK CAPIL DALDUK KB Provinsi Riau Mengadakan Kegiatan Focus Grub Diskusi Program Generasi Berencana (GenRe) dan Lomba Cerdas Cermat GenRe Tahun 2018 Se Provinsi Riau


PEKANBARU  Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana Provinsi Riau Mengadakan Kegitan “Fokus Grub Diskusi Program Generasi Berencana (GenRe) dan Lomba Cerdas Cermat GenRe 2018 (18s/d21/02/2018)” di Hotel Dyan Graha Pekanbaru. Kegiatan ini diikuti oleh 12 Kabupaten Kota Se Provinsi Riau yang diutus oleh Dinas P2KB Masing-masing Kabupaten Kota. Peserta dari kegiatan ini merupaka pengurus atau perwakilan PIK-R di Kabupaten atau Kotanya, kegiatan ini juga melibatkan PIK R Madani Uin suska Riau dan PIK R Plasenta Akbid Sempena Negeri Pekanbaru terlibat sebagai panitia sebanyak 4 orang.

Kegiatan Ini Langsung dibuka oleh Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga, Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana Provinsi Riau” Ibu Efnida. S.E dan Di hadiri oleh seluruh Peserta, tamu undangan, Ketua Forum GenRe Indonesia dan pejabat dilingkungan DISDUK CAPIL DALDUK KB Provinsi Riau.

Focus Grub discution merupakan temu kerja dan forum tukar pengalaman Pengurus PIK Remaja Se Provinsi Riau karena setiap organisasi terkadang memiliki masalah dan kendalanya masing-masing diharapakan dengan adanya Kegiatan ini mereka mampu mengutarakan masalah-masalah maupun kendala berorganisasi selama menjadi pengurus PIK-R dan tentunya dapat memberikan Solusi  serta memunculkan ide-ide creative untuk mereka bawa pulang ke kabupaten kotanya masing-masing. Kegiatan ini juga menghadirkan pemateri-pemateri yang sangat luar biasa mulai dari Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Oleh DISDUK CAPIL DALDUK KB Provinsi Riau, Dampak Penyalah Gunaan Napza Oleh BBN Provinsi Riau, Mekanisme PIK Remaja Oleh Perwakilan, Life skill oleh Kak Rizky Mahardhika dan sharing-sharing dengan Kak Nordianto Selaku Ketua Forum GenRe Indonesia.


Setelah kurang lebih selama dua hari mereka mendapatkan banyak materi terkait program ketahanan remaja melalui Program GenRe seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dan juga mengikuti kegiatan Lomba Cerdas Cermat GenRe di sesi akhir acara, perwakilan dari 12 kabupaten kota. Dan didapatkanlah 3 pemenang juara yaitu juara 3 Kabupaten Bengkalis, Juara 2 Kota Pekanbaru dan yang mendapatkan Juara Pertama adalah Kabupaten Indragiri Hilir. Selamat kepada seluruh peserta dan pemenang lomba cerdas cermat GenRe. Diharapkannya diadakannya kegiatan ini dapat menambah semangat, menambah motivasi, ide-ide creative dan tentunya dapat menyalurkan segala informasi yang mereka dapatkan selama mengikuti kegiatan ini kepada teman sebaya dan tentunya kepada masyarakat. (Naufal A.A)




Serunya Pelatihan Pusat Informasi Konseling Remaja Di Kota Pekanbaru tahun 2018


PEKANBARU – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DISDALDUK KB) Kota Pekanbaru bersama Forum GenRe Pekanbaru mengadakan Pelatihan Pusat Informasi dan konseling Remaja (PIK R). Acara ini berlangsung selama 3 hari terhitung dari tanggal 28-30 agustus 2018. Pelatihan PIK R yang di adakan di Hotel New Hollywood tersebut, mengundang peserta dari berbagai perwakilan sekolah SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi, PIK R dari jalur masyarakat maupun jalur pendidikan.

Narasumber pada Pelatihan Pusat Informasi dan konseling Remaja (PIK R) menghadirkan DISDUK CAPIL DISDALDUK KB Provinsi Riau, Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Ikatan Konselor Indonesia Provinsi Riau, Kementerian Agama Kota Pekanbaru, BNN Kota Pekanbaru, Kak Helmi dan Kak Rizky Mahardhika .

Pelatihan ini bertujuan agar seluruh remaja yang ada di kota Pekanbaru berkualitas baik di bidang perencanaan karirnya maupun perencanaan keluarga yang harmonis kedepannya. Selainitu, agar remaja terhindar dari Triad KRR (Pernikahan Dini, Seks Bebas, Napza).

Selama 3 hari peserta pelatihan PIK R diberikan materi seputar: Kesehatan Reproduksi, 8 fungsi keluarga keluarga, Intregitas Diri, NAPZA, Konsul GenRe, dan 4 subtansi Genre. Acara ini mendapat antusias yang sangat baik dari parapeserta. Dalam setiap materi yang diberikan peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dengan hal yang belum mereka fahami.


Selain materi, peserta Pelatihan PIK R juga disuguhkan dengan kegiatan menariklainnya. Seperti Battle Jargon dari setiap kelompok, Flashmoob Asian Games sehingga semangat dan euphoria  Asian Games begitu terasa di Pelatihan PIK R tersebut. Diakhir acara dilakukan tukar kado untuk sahabat rahasia.




Pelatihan PIK R 2018 ini merupakan tahun kedua dilaksanakannya Pelatihan PIK R untuk remaja Kota Pekanbaru. Diharapkan setelah ini akan ada acara atau kegiatan yang lebih menarik lagi dan pelatihan PIK R ini akan terus diadakan setiap tahunnya, Ujar salah seorang PesertaPelatihan PIK R.


Harapan kedepannya setelah acara pelatihan PIK R ini selesai adanya perubahan yang lebih baik lagi bagi peserta Pelatihan  PIK R itu sendiri tentunya serta dapat mengajak teman-teman lainnya untuk gabung di PIK R. Dengan begitu dapat menghindari remaja dari Triad GenRe. (RizqiMardhatillah)
Salam GenRe !

Minggu, 02 September 2018

Life Skill di Era Milenial



Era milinial, Era modernitas, teknologi yang berkembang laju menuntut individu untuk terus berkarya mengikutinya. Yaa, demi untuk mensejahterakan kehidupan. Yang katanya sekarang jamannya “Jaman Susah”. Tidak hanya orang tua, dimasa sekarang remaja dituntut untuk mandiri serta menyiapkan segala potensi matang dalam dirinya untuk menghadapi ketatnya persaingan yang akan dihadapinya kelak di masa depan. Remaja, yang lagi seru-serunya mengikuti pergaulan, fashion, berbagai bentuk kegiatan para idola, tidak jarang menjadi kurang memperhatikan pentingnya memiliki life skill. Sebagai remaja pasti sering mendapat pertanyaan dari dirinya sendiri seputar, “Siapa aku? Mau jadi apa aku? Potensi apa yang aku punya? Bagaimana caranya?” Dan sebagainya. Lalu, apa sebenarnya kiat-kiat yang harus dilakukan dalam hal life skill ini?

Life skill atau keterampilan hidup adalah kemampuan untuk berperilaku yang adaptif dan positif yang membuat seseorang dapat menyelesaikan kebutuhan dan tantangan sehari-hari dengan efektif.(World Health Organization/WHO). Tujuan memiliki life skill itu sendiri yaitu agar kita bisa melindungi diri dari berbagai resiko dan ancaman sehingga kita bisa hidup dengan baik untuk mencapai cita-cita. Dengan memiliki life skill, tentu kita sebagai remaja akan memiliki masa-masa indah dan memiliki masa depan yang lebih cerah di banding dengan remaja yang abu-abu terhadap life skillnya.

Beberapa kiat-kiat seputar life skill yang perlu remaja memiliki yaitu mengambil keputusan (Decision Making), Memecahkan Masalah (Problem Solving), Berfikir Kreatif (Critical Creatif), Berkomunikasi dengan Efektif (Effective Communcation), Membina Hubungan (Relationship), Berempati (Empathy), Mengendalikan Emosi (Emotion Management), Mengatasi Stress (Stress Management). Nah dengna bekal life skill seperti di atas, remaja akan memiliki pergaulan dan masa depan yang cerah. Remaja akan membangun jati diri dengan baik, serta akan mengatasi segala tatangan hidup dengan penuh engalaman berharga.

Life skill juga tidak terlepas dari bagaimana remaja menggali potensi yang ada didirinya, bagaimana remaja menyalurkan potensi yang nantinya akan menjadi modal seorang remaja meniti karir. Banyak hal yang dapat dilakukan remaja dalam mengenali potensinya, bisa melalui berbagai tes potensi, ada potensi yang berasal dari hobi dan ada juga potensi yang terlebih dahulu harus di asah. Nah sebagai remaja berencanakita perlu sekali mengetahui dan menyalurkan potensi kita, agar selalu terasah dan akan menjadi suatu modal bagi diri kita untuk menyongsong madadepan yang gemilang. (Hety Purnama Sari)


Minggu, 26 Agustus 2018

Riau Youth Camp 2018


                PEKANBARU- Riau Youth Camp 2018 adalah salah satu kegiatan perdana dalam memperingati Hari Remaja Internasional yakni pada tanggal 12 agustus 2018  yang di laksanakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) yang mana kegiatan ini berlokasi di kantor BKKBN jalan Terubuk  no 1 Pekanbaru .

                Kegiatan yang menyertakan para remaja  dari berbagai kalangan yakni Siswa SMP—SMA , Mahasiswa,  utusan dari PIK R,Organisasi dan komunitas lainya yang ikut barpartipasi dalam kegiatan ini  membuat suau kebanggan sendiri bagi Kepala Perwakilan BKKBN  Provinsi Riau “ Terima kasih kepada peserta yang telah hadir ikut serta dalam berkegiatan positip untuk beberapa hari kedepan “ ujarnya pada malam pertama Riau Youth Camp saat memulai memberikan materi. (10/08/2018)

                Kegiatan Riau Youth Camp 2018 ini berjalan selama 3 hari 2 malam (10-12) dengan jadwal peserta yang dipadati dengan kegiatan posititif dan bermanfaat seperti  Materi,game yang melatih kekompakan ,hiking dan keseruan lainya. Peserta bangun pagi sekali untuk memulai aktivitasnya dan istirahat didalam tenda yang berlokasikan dihalaman kantor BKKBN.


                ‘’ Seru dan bagus kegiatan nya apalagi kan pas akhir weekend jadi kalau remaja ada kegiatan seperti ini lebih bermanfaat sedangkan biasanya remaja malah nongkrong dan jalan sana sini, sangat bermanfaat dan harapan nya sih ya lembaga sering mengikutsertakan remaja khususnya kegiatan positif seperti ini’ujar Haibah Sakdiah PIK Madani Uin Suska Riau (12/08/2018) -Haibah Sakdiah




PIK REMAJA MADANI Mengadakan Capacity Building 2018




            PEKANBARU – Capacity Building atau ( Pengembangan Kapasitas ) adalah proses dimana individu dan organisasi memperoleh, meningkatkan dan mempertahankan keterampilan, pengetahuan, peralatan – peralatan sumber daya lain yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka secara kompeten atau untuk kapasitas yang lebih besar sehingga sebuah organisasi bisa dan lebih mampu bergerak sesuai dengan dipoksinya masing-masing.

            Berbicara tentang Capacity Building beberapa saat yang lalu kita PIK R Madani mengadakan Capacity Building dan diikuti oleh anggota PIK R Madani dan saat itu kita juga mengundang ketua PIK dan anggota PIK Sebelumnya yaitu kak Ilham, kak Khairil Anan, Kak Tiyas dan Kak Evan. kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 12 May 2018 di AULA MPI dan berdekatan dengan Secretariat PIK R Madani.

            Di Capacity Building ini kita turut menghadirkan Pembina PIK R Madani ada Ibu Raja Rahima Munawaroh Raja Ahmad, M.Pd, Kons. Yang juga memberi materi tentang Konselor Sebaya atau menjadi konselor dalam program GenRe dan kita juga turut mengundang Kakak Rizky Mahardhika selaku Duta GenRe Provinsi Riau yang juga memberikan kita banyak materi serta pengetahuan yang banyak terkait PIK Remaja, GenRe, Pendidik Sebaya, Public Speaking dengan metode Word Café , HIV dan AIDS, 8 Fungsi Keluarga, ke organisasian dan masih banyak lagi. tentunya dengan keseruan dan kebahagiaan sebagai remaja terencana nantinya. kegiatan ini di tutup dengan program kegiatan tindak lanjut dengan selesainya kegiatan capacity building ini yaitu membuat satu program kegiatan dibulan ramadhan dan rancangan kegiatan langsung.

            Diharapkan kedepannya dengan dilaksanakan kegiatan Capacity Building ini dapat memberikan semangat dan motivasi kepada teman-teman semua agar kedepanya kader PIK R Madani lebih memahami dan mengerti tentang tugasnya sebagai kader PIK R, meliputi Konselor Sebaya, Pendidik Sebaya, HUMAS, KIE, PSDM dan juga terkait dengan materi-materi pengetahuan yang ada didalamya untuk dapat di sampaikan informasinya kepada teman-teman sebaya, masyarakat dan diterapkan dikehidupan sehari-hari. (08-25-2018 Naufal A.A)
           

Sabtu, 25 Agustus 2018

Keseruan Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) BKKBN Provinsi Riau Bersama Remaja Genrengers Riau Tahun 2018



PEKANBARU – Setiap tanggal 29 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS). Tanggal ini ditetapkan melalui keputusan Presiden RI Nomor 39 Tahun 2014. Harganas diperingati untuk mengingatkan pada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan Negara.

Tema Harganas XXV tahun 2018 adalah, “Hari Keluarga : Hari Kita semua” dengan membawa tagline“Cinta Keluarga Cinta Terencana”. Dalam memperingati Hari Keluarga Nasional, BKKBN Provinsi Riau bersama GenRenggers mengadakan serangkaian Kegiatan untuk turut memeriahkan acara ini. Kegiatan ini melibatkan 100 Remaja di Kota Pekanbaru yang terdiri dari Forum Anak Pekanbaru, Duta Remaja Riau,  Ikatan Duta Genre, dan dari berbagai PIK R di Kota Pekanbaru baik jalur Masyarakat maupun Pendidikan.

Untuk memeriahkan peringatan Hari Keluarga Nasional ini, 100 remaja di kumpulkan untuk mempersembahkan Flashmoob di hari peringatan Harganas nantinya. Latihan Flashmoob ini terbilang singkat karena hanya dilakukan 2 hari sebelum Hari Keluarga Nasional di peringati. Karena antusias dan kekompakan para 100 Remaja tersebut selama  latihan Flashmoob berlangsung menyenangkan.

Tepat pada tanggal 29 Juni 2018 para peserta Flashmoob sudah berkumpul di halaman Kantor BKKBN Provinsi Riau pada pukul 6.30 WIB. Sebelum kegiatan Flashmoob di mulai para 100 remaja di bagi  pada 3 titik untuk membagikan bunga dan stiker ucapan selamat Hari Keluarga Nasional antara lain, di simpang tiga jl. Nangka, Bundaran Tugu Zapin, dan simpang jl. Harapan Raya.

Bunga dan stiker yang dibagikan di beberapa titik tersebut habis lebih cepat dari waktu yang sudah  perkirakan. Hal ini tak lepas dari antusias dan apresiasi masyarakat kota Pekanbaru. Setelah selesai kegiatan pembagian bunga dan stiker ini selanjutnya para peserta Flashmoob segera menuju ke lokasi kegiatan Flashmoob dilaksanakan yang bertepatan di kampus STIKES HANG TUAH. Setelah semuanya berkumpul maka di mulai lah kegiatan Flashmoob ini dengan bentuk formasi XXV yang terinsprirasi dari peringatan HARGANAS ke XXV.

Setelah kegiatan ini terlaksana para peserta Flashmoob kembali ke kantor BKKBN dengan hati senang dan puas karena acara peringatan Harganas ini berjalan dengan lancar. (Rizqi Mardhatilah)

Minggu, 09 April 2017

Person Centred Therapy

A.    SEJARAH PERKEMBANGAN

Person Centred Therapy dikembangkan oleh Carl Ransom Rogers pada tahun 1940.

Dalam perkembangannya, Person Centred terapi terdiri dari empat tahap, yaitu
1.         PERIODE PERTAMA (Tahun 1940-an)
-          Pada awalnya pendekatan bernama Nondirective Counseling.
-          Pendekatan ini menekankan penciptaan suasana permisif  (kebebasan) dan non direktif dalam proses konseling
-          Menentang asumsi bahwa terapis adalah individu yang tahu segalanya tentangklien.
-          Pendekatan ini tidak menggunakan prosedur konseling: nasehat, sugesti, arahan, persuasi, pengajaran, diagnosis, dan interpretasi
-          Pendekatan ini memusatkan pada refleksi dan klarifikasi pengalaman verbal dan non verbal klien.
-          Tujuannya untuk membantu konseli menyadari dan memperoleh pemahaman tentang perasaan-perasaannya.

2.      PERIODE KEDUA (Tahun 1950-an)
-          Pendekatan ini berganti nama dengan  Client-Centered Therapy.
-          Mereflesikan penekanan pada klien daripada metode nondirektif.
-          Pendekatan ini lebih menekankan pada dunia pengalaman klien.
-          Adanya  asumsi bahwa cara terbaik memahami perilaku individu ialah dari kerangka internal individu tersebut (frame of reference)

3.      PERIODE KETIGA ( Tahun 1950-an s.d 1970-an)
-          Kondisi-kondisi konseling diperlukan bagi perubahan klien.
-          Person centered therapy diaplikasikan dalam bidang pendidikan (student centered teaching).

4.      PERIODE KEEMPAT ( Tahun1980-an dan 1990)
-          Person centered therapy dikembangkan secara luas dalam bidang pendidikan, industri, kelompok, resolusi konflik, dan perdamaian dunia.
-          Karena memiliki pengaruh yang besar, maka pendekatan ini pada ahirnya menjadiPerson Centered Approach.

         B.     HAKIKAT MANUSIA
·         Manusia adalah makhluk yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
·         Manusia dapat berkembang secara positif.
·         Manusia adalah makhluk bernilai dan bermartabat.
·         Manusia memiliki kapasitas untuk mengatasi perasaan, pikiran dan tingkah lakunya.
·         Manusia memiliki dorongan untuk mengarahkan dirinya sendiri.

        C.    PERKEMBANGAN PERILAKU
1.      Struktur Kepribadian
§  Organisme
Merupakan individu itu sendiri yang mencakup aspek fisik dan psikologis.
§  Phenomenal Field
Pengalaman-pengalaman hidup yang bermakna bagi individu.
§  Self
Interaksi antara organisme dengan phenomenal field akan membentuk self yang merupakan kesadaran tentang self akan membantu seseorang membedakan dirinya dengan orang lain.
2.      Pribadi sehat dan bermasalah
ü  Pribadi bermasalah muncul karena adanya ketidaksesuaian (incongruence)antara persepsi diri dengan realitas dan kefrustasian atas tidak terpenuhinya kebutuhan dasar.
ü  Pribadi sehat
Individu dapat dikatakan memiliki pribadi yang sehat ketika ia memiliki kualitas-kualitas seperti:
a.       Terbuka terhadap pengalaman
b.      Kebebasan eksistensial (Dapat merasakan kebebasan dan bertanggung jawab terhadap pilihan-pilihan yang dia buat)
      D.    HAKIKAT KONSELING
Pada dasarnya individu memiliki kekuatan untuk mengarahkan drinya dan menemukan penyelesaian atas masalahnya. Terapis berperan sebagai fasilitator dengan membangun hubungan interpersonal dan menghadirkan iklim yang kondusif dalam proses terapi dengan menunjukkan sikap keselarasan ( genuiness, penghargaan tak bersyarat kepada klien dan empati). Hal tersebut berguna agar klien berhasil mencapai tujuan terapi yaitu menjadi individu yang berfungsi penuh (fully functioning person).

      E.     KONDISI PENGUBAHAN
1.      Tujuan
ü  Klien dapat mencapai kebebasan dan kemandirian.
ü  Klien dapat mengatasi masalah di masa sekarang dan yang akan datang.
ü  Membantu klien untuk menjadi manusia seutuhnya (fully functioning person).
2.      Sikap, peran dan tugas konselor
Konselor berperan sebagai fasilitator perubahan bagi klien dengan mengembangkan sikap-sikap antara lain genuineness, empati dan unconditional positif regard.
3.      Sikap, peran dan tugas konseli
§  Dapat mengelola kehidupannya sendiri secara lebih efektif
§  Mampu menyatakan ketakutan, kecemasan, perasaan berdosa, malu, benci, marah dan perasaan lainnya
§  Belajar bertanggung jawab atas dirinya
§  Dapat mengeksplorasi pengalamannya dalam situasi yang lebih aman dan terpercaya
§  Lebih bebas untuk membuat keputusan dan rasa percaya diri yang meningkat
4.      Situasi hubungan
ü  Dua orang (terapis dan klien) berada pada kontak psikologis.
ü  Klien berada pada kondisi incogruence.
ü  Terapis  berada dalam keadaan keserasian
ü  Terapis memberikan penghargaan positif tanpa syarat
ü  Terapis memahami dunia internal konseli dan mengkomunikasikannya kepada klien.

          F.     MEKANISME PENGUBAHAN
1.      Tahap-tahap konseling
a.       Klien datang kepada terapis atas kemauannya sendiri atau atas saran orang lain. Apabila klien datang atas saran orang lain, maka terapis harus mampu menciptakan situasi yang nyaman dan permisif agar klien dapat menentukan untuk tetap mengikuti konseling daripada membatalkannya.
b.      Situasi konseling sejak awal menjadi tanggung jawab klien, sehinggaterapis berperan untuk mengarahkan klien.
c.       Terapis mendorong klien untuk mampu mengungkapkan pikiran, perasaan, dengan menunjukkan keaslian, empati dan menerima klien apa adanya.
d.      Terapis berupaya agar klien mampu menerima dirinya sendiri (self-acceptnce)
e.       Klien menentukan pilihan sikap dan tindakan yang akan diambil.
f.       Klien merealisasikan pilihannya.
2.      Teknik-teknik konseling
ü  Mendengarkan aktif.
ü  Merefleksikan pengalaman.
ü  “Hadir” bagi klien dengan dukungan dan pemberian keyakinan.
  
         G.    HASIL PENELITIAN
1.     Natalie Rogers (1993)
Menggunakan seni sebagai media untuk memfasilitasi klien mengekplorasi pengalaman-pengalamannya. Ia berupaya mengembangkan pendekatan ini dengan menggunakan metode non verbal karena tidak semua klien dapat mengekspresikan pengalamnnya secara verbal.
2.     Jeanne Watson (2002)
Ketika empati seorang terapis bekerja pada ranah kognitif, afektif dan interpersonal,maka hal itu menjadi alat terapis yang paling kuat pengaruhnya terhadap perubahan klien.

         H.    KELEMAHAN DAN KELEBIHAN
1.      Kelemahan
         Memungkinkan sebagian (terapis) menjadi terlalu terpusat pada konseli sehingga melupakan keasliannya.
         Kesalahan sebagian besar terapis dalam menterjemahkan sikap-sikap yang harus dikembangkan dalam hubungan terapeutik.
                                                                                         
2.      Kelebihan
         Sifat keamanan. Individu dapat mengexplorasi pengalaman-pengalaman psikologis yang bermaknya baginya dengan perasaan aman.
         Dapat diterapkan pada setting individual maupun kelompok.
         Memberikan peluang yang lebih luas terhadap klien untuk mendengar dan didengar.
         Rumusannya dapat diuji lagi
  

SUMBER RUJUKAN
Corey, G. 2009. Theory and Practice of Counseling and Psycotherapy. Thomson Higher Education: USA

Gillon, W. 2007. Person Centred Counseling Psychology and Introduction. Sage Publications: London

Sommers, J., & Rita, S. 2004. Counseling and Psycotherapy Theories in Context and Practice Skill Strategies and Techniques. John Willey & Sons Inc: New Jersey

Tudor, K., & Milk, W. 2006. Person Centred Therapy A Clinical Philosophy. Routledge: USA

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Design Blog, Make Online Money